Balada Mata dan Suara hati
(9 Desember 2010, oleh Dwi Nurcahyo)

1. Pria :
2. Wanita* :
3. Pengamen :
4. Waria 1 :
5. Waria 2 :
6. Tukang sate :
7. Satpol PP :
8. Anak Gelandangan* :
9. Gelandangan Bule* :
10. Pelajar 1 laki-laki :
11. Pelajar 2 perempuan* :
12. Penari latar pengamen* :
13. Preman 1 :
14. Preman 2 :
15. Haji Somat :
16. Sahabat Pelajar 2 :

Panggung menggambarkan sebuah taman yang sepi, di taman tersebut terdapat 2 pohon besar dan beberapa bangku taman. Taman tersebut sangat indah, terkadang beberapa pejabat singgah untuk sekadar menikmati pemandangan. Namun taman tersebut lebih sering ditinggali oleh para gelandangan dan kaum marjinal lainnya.
Di taman tersebut terlihat orang yang sedang berpacaran, kemudian mereka duduk pada suatu bangku. Mereka sangat mesra. *musik gerimis by benyamin*
Pria : beby, kalau sedang duduk berdua dengan kamu, aku seperti sedang bersama bidadari tanpa sayap dech.
Wanita : (sambil malu2), Ah masa ci Bang, aku jadi terharu mendengarnya.khiikhihikkkk (tertawa jelek)
Pria : Benar beib, bahkan ketika aku makan, di meja makanku ada kamu, ketika aku sedang tidur di mimpiku ada kamu, ketika aku mencuci baju, di ember terlihat wajah kamu. Bahkan . . . bahkan . . .
Wanita : Bahkan apa bang ?
Pria : hehe… aku lagi pupz, juga terbayang wajah kamu.
Wanita : (Cemberut) maksud abang, wajahku ada di jamban. Huft
Pria : Bukan begitu cintaku, tapi wajah kamu Cuma terbayang saja dalam angan-anganku.

Seorang pengamen tiba-tiba datang menghapiri dan bernyanyi di depan pria dan wanita tadi. *gali lubang by Rhoma irama*

Pengamen : Assalamualaikum, dengan rahmat Alloh SWT, maka saya masih diperkenankan hidup, dengan izin Alloh pula saya masih bisa diperkenankan untuk bernyanyi, dengan izin Alloh pula anda bisa mendengar suara merdu saya…terrrlalu..(Gaya Rhoma Irama),
Tiba-tiba seorang dua orang waria pun datang menhampiri pengamen yang belum sempat bernyanyi itu.
*Music Pretty Woman*, kedua waria itu bergaya seperti di peragaan busana. Lalu marah kepada pengamen
Waria 1 : (sambil menarik baju si pengamen), heh Japra udah berkali-kali dirimu akika peringatin tapi masih aja lu ngambil lahan akika (suara keras)
Waria 2 : Heh kumis kucing, dirimu gak sadar diri yee, 2 tahun akika sama dince sudah menguasai tempat ini. Akika laporin ke komisi perlindungan waria baru tahu rasa!
Pengamen : Weits. . .sabar dulu bang, eh maksudnya mba. ane juga punya lahan dong di sini, karena ane sudah lama tinggal di sini. Bahkan engkong ane yang pedagang kurma dari arab, sudah berjualan 100 tahun yang lalu di tempat ini. Ente jangan kufur. . .
Waria 2 : eh banci, jangan banyak cincong luh. Kalau Cuma bicara nenek moyang mah akika lebih lama, dirimu tahu fir`aun?, nah kalau mau tahu kakek kita pernah tetanggaan sama dia.
Waria 1 : sudah gini aja, mending kita tanya sama mba dan mas ini mau melihat penampilan siapa.
Pria dan wanita kemudian coba berdiskusi.
Pria : begini saja mas-mas, eh maksudnya mas dan mba. Kami akan memberikan upah hiburan jika di antara kalian bisa performance paling baik.
Wanita : ya, kami mempersilahkan kalian unjuk kebolehan. Yang baik menurut kami akan kami beri uang, bagaimana?
Pengamen : Oekeh… siapa takut, bagaimana kalian ?(bertanya ke waria)
Waria 1 & 2 : (saling berhadapan, lalu berteriak keras) Siap !!!

Tukang sate madura masuk panggung. Sambil berteriak sateeee padang. Sateeee padang.
Pria : oke kalau begitu sekitar 5-10 menit silahkan kalian datang kemari lagi. Kalian boleh latihan dulu.ok
Waria 1 : eh dince kita mesti menang nanti apa lagi kita sudah punya bakat sejak lahir.hihi
Waria 2 : iya bener dance, btw bakat apa maksud kamu yang kita miliki sejak lahir?
Waria 1 : ya bakat akting jadi waria.hahah
Waria 2 : Embeeeeer boooo. (para waria meninggalkan panggung)
Pengamen : haha dasar banci kaleng, ente semua bahlul. Hidup memang perlu sebuah bakat. Dengan bakat kita bisa berkarya sekaligus menghasilkan uang. Hidup dengan kecerdasaan saja tidak akan menarik tanpa sebuah bakat. Dengan gitar dan suara emas ini aku akan kalahkan banci-banci itu. (keluar panggung)

Wanita : Cak, sate padangnya satu ya…
TKG sate : wwaaduh, ppenglaris ini dek, spesial pokoknya untuk adek dan mas ini taiye.(dengan logat madura)
Pria : ngomong2 anda orang madura tapi kenapa jual sate padang yah?
TKG sate : nah ini taiye, pertanyaan yang buagus dek. Kita ini adalah negara dengan suku bangsa terbanyak di dunia. Oleh sebab itu kita pun mesti mencintai daerah lain, contohnya saya ini dek. Orang madura tapi jualan sate padang. Atau kalau perlu kita bikin nama-nama baru misalnya pempek papua, gudeg ambon, atau jenis buah lainnya, Misalnya kita sering mendengar jeruk bali, bisa juga kita keluarkan produk baru seperti salak medan, durian banten, kerakketek, eh maksud saya kerak telor khas maluku, dll.
Wanita : wah bapak memang orang Indonesia sejati ya.

*Musik ‘jangan menyerah’ by D’masiv* Datanglah seorang anak kecil dan ibunya yang buta. Mereka lapar dan meminta sedekah. Pria dan wanita yang sedang pacaran tadi bertanya-tanya kepada kedua orang itu. Semua pemain Slow motion*
Anak : bu. . . kasiani kami bu, dari kecil belum makan bu. Bu aku mau makan bu (sambil memegangi perut)
Wanita : kamu lucu ya, masa dari kecil tidak makan kamu sudah sebesar ini.
Ni makan sate aku dulu yah, ibu kamu kasih juga yah.
Ibu pengemis : thank you very much, (ngomong inggris)
TKG sate : loh…kenapa sampean bisa bahasa orang kulon taiye. Eh maksudnya orang-orang barat. Saya saja baru menguasai 2 bahasa.
Pria : wah hebat sekali, bahasa apa sajakah itu cak?
TKG sate : yang pertama jelas bahasa Indonesia, nah yang kedua ya bahasa Madure taiye.hehe (sambil bakar sate)
Anak : ya, Ibu ini sebenarnya adalah gelandangan yang nyasar ke Indonesia. ia berasal dari Inggris. ia dengar di negara ini ada undang-undang yang mengatur bahwa “Anak terlantar dan pengemis dipelihara oleh negara”, namun ternyata itu semua bohong! (sambil makan) kemudian aku terbiasa hidup dengan mrs.baggy ini sehingga perlahan aku bisa cas-cis-cus inggris.
Ibu Pengemis : yes, i agree. Cause . . . (ngoceh bahasa inggris)
Anak : Thanks for your explain Mrs. Baggy, are you oke in here?. Aku sendiri adalah anak yatim piatu yang sudah tidak mempunyai siapa-siapa lagi.hiks hiks (lebay). Aku pun terpaksa putus sekolah karena tidak ada biaya.
Ibu pengemis : you should be patient, cause. . . (ngoceh inggris lagi)
Tukang sate : (marah) sudahlah bu, bahasa kulon ibu bikin saya pusing kepala, tak celurit sampean nanti.
Ibu Pengemis : dont angry with me, cause. . .(ngoceh inggris lagi)
Wanita : sudah pak madura, biarkan anak ini saja yang menjelaskan. Kan ada program pemerintah yang disebut BOS. Kenapa kamu tidak mendaftar?
Anak : itu hanya teori, bayangkan saja bu, kebanyakan orang-orang mampu yang mendapatkan Bos. Perekrutannya pun tak akan sampai ke orang-orang seperti kami. Seakan-akan orang-orang sana menutup mata ke arah kami.
Ibu pengemis : yaa, keadaan itu pun sangat timpang juga dengan sekolah-sekolah swasta yang memungut bayaran tanpa batasan. Banyak sekolah-sekolah berstandar internasional yang malah membuat kacau proses pembelajaran. Asal kalian tahu bahasa orang indonesia itu dikenal dengan tiga jenis, yang pertama B1 adalah bahasa daerah mereka masing-masing, B-2 adalah bahasa Indonesia itu sendiri, dan B-3 adalah bahasa asing, ya contohnya seperti bahasa Inggris itu. Belajar dengan pengantar bahasa indonesia saja banyak murid yang masing GOBLOK,
Semua pemain (tercengang mendengar Mrs.baggy berbahasa Indonesia)

Tkg sate : bu abu, payah sekali sampean ini, kalau tahu, kenapa tidak dari tadi saja berbahasa indonesia.
Ibu pengemis : haha, saya Cuma mau menunjukan bahwa saya adalah geladangan bule, aku dengar orang Indonesia masih mendewakan orang-orang berkulit putih. Tanpa kalian sadar itulah mindset bodoh yang sebenarnya diwariskan oleh bangsa Belanda. Sehingga sampai saat ini jika orang Indonesia melihat bule, berkatalah ia “wuih bule, gila cing”.hehe
Anak : ya, sebelumnya pun aku sempat kaget dengan Mrs.Baggy ini. Karena aku baru pertama kali bertemu dengan bule. Namun aku baru sadar, apa bedanya kita orang Indonesia dengan dia. Bahkan kata dia, orang Indonesia sebenarnya bisa lebih pintar jika mau terus belajar. Ngomong-ngomong, terimakasih y bu makanannya, kami mau melanjutkan mengemis.
(Ibu dan Anak pengemis meninggalkan panggung)

*Musik pengiring Intro ‘Ruby Soho’ by rancid’* Kemudian waria dan pengamen masuk ke dalam panggung untuk menampilkan aksi mereka di depan pria dan wanita yang berpacaran tadi.
Waria 1 & 2 : yuuuuuhhhhuuuuu. Kita dateng lagi neek.
Wanita : loh kalian Cuma berdua, dimana si pengamen arab tadi?
Waria 2 : yah, neng. Kaya gak tahu orang Indonesia aja. Jamnya aja merk eropa. Tapi tetep jarumnya karet. Jadi semua serba karet.
*beberapa menit kemudian datanglah si pengamen.
Pengamen : Assalamualaikum, terrrlalu. Tadi ane tertangkap Satpol PP, untung ane punya uang lebih. Akhirnya bisa damai dan ane bisa bebas.
Wanita : ya sudah, sekarang tunjukanlah kemampuanmu dulu, setelah itu baru kemampuan dua mba-mba ini (menunjuk ke arah kedua waria)
Pengamen : sebelumnya boleh saya dibantu oleh Backing Vokal sekaligus penari latar saya?
Pria : wah hebat juga ya, pengamen punya Crew juga. Oke baiklah.
Pengamen : Priuuit (membunyikan dengan jari)… prikitiwwwww

*Musik terdengar, diikuti seorang gadis bermasker ala penari arabian yang muncul dari belakang panggung. Kemudian mereka bernyanyi dan menari dengan ekspresi yang sangat lebay, namun ekspresif. Hingga lagu berakhir. *Andeca-andeci by warkop*

Wanita : Waww penampilan yang cukup menghibur sekali. Aku sangat suka bang dengan penampilan pengamen ini.
Pria : weitsss tunggu dulu beibs, kita belum melihat penampilan dari mba-mba ini, beri kesempatan kepada mereka dulu.
Wanita : oh ya, ya sudah, silakan mba anda berdua bisa tampil
Waria 1 : yey penampilan kaya gitcu mah payah (menunjuk ke pengamen), nenek bunting juga bisa kaleeeee.
Waria 2 : dince, mang nenek bisa hamil yakz?
Waria 1 : ya elah dipikirin lagi, akika juga gak tahu.hehe ya udah kita performance yukk.

*Jangan Lebay by T2* Musik dimainkan, Dince dan Dance melakukan lipsing, seperti yang di lakukan Shinta dan Jojo di Dunia maya. Mereka terus berekspresi sampai pada batas kewajaran. Sampai pada akhirnya musik berakhir, tiba-tiba datanglah seorang POL PP, terdengar pluit yang makin lama makin keras. Pengunjung taman pun seketika berlarian dan bubar. Taman menjadi sepi.

Prrriiiitt…..priiittttt….priiitttt
Pol PP : Hey jangan lari, hey jangan lari kalian. . .

Pol PP : waduwh. . .susahnya jadi aparat penegak hukum dengan level seperti saya ini. Serba salah. Tugas saya menertibkan anak jalanan, pedagang, pengamen, dll. Tetapi sebenarnya hati ini sangat berat menjalaninya. Bagaimana tidak, mereka semua butuh makan untuk hidup. Kalau ditangkap dan dikenakan denda bagaimana dengan hidup mereka kelak?. Bukankah ini melanggar HAM. Katanya Negara ini sangat melindungi HAM. Bahkan sudah ada KOMNAS HAM. Namun sebenarnya banyak hal yang berbenturan dengan peraturan pemerintah yang ada saat ini.
Banyak hal juga yang berbenturan dengan sisi keagamaan. Contohnya, apakah kalian semua tahu peraturan tentang larangan memberi sedekah di jalanan. Katanya yang memberi dan si pengemis akan di kenakan sanksi tegas. Apapun alasannya peraturan itu sebenarnya hanya sebelah pihak. Agama apapun menyarankan kita saling memberi dan mengasihi terhadap orang yang kurang mampu seperti para pengemis dan anak gelandangan.
Namun apa daya, kalau aku tidak bekerja sesuai dengan perintah atasan pasti aku akan dipecat. Anak istriku mau makan apa. Semua memang serba salah dan bersalah.
*tiba2 Pol PP itu melihat ada beberapa orang pelajar yang tawuran, beberapa orang terlihat berlarian ke arah taman. Pol PP itu mengumpat.

Pol PP : wah sepertinya ada yang tawuran, awas saja akan kuperangkap dia disini. (sambil berjalan ke belakang panggung)

Pelajar : Woy maju luh, sini luh kalo berani. Sini. . . (sambil menggeolkan pantat dan mencoba memancing amarah) sini woy kalau berani, jangan Cuma disitu. Gw bilangin bapak gw luh. (batu berterbangan setiap ia berbicara). Hah payah tuh sekolah, beraninya rame-rame. Gw dunk sendiri. Tapi bukannnya berani juga karena emang temen-temen gw aja yang pada kabur lewat jalan lain. Jadi keliatannya gw sendiri. Kalau di sekolah, gw sering dipanggil pentolan. Pentolan itu istilah yang dipakai untuk para jagoan. Banyak wanita yang tergoda sama ketampanan gue. Bukan apa-apa emang udah terlajur ganteng. Makanya kadang juga sering dipanggil bang ganteng.
Kemudian masuklah seorang Pelajar wanita cantik. Yang duduk disebuah bangku taman. Kemudian pelajar pria itu mencoba menggodanya. Gadis itu tersenyum malu-malu, kemudian terdengar *musik Justin Bieber “Baby”*
Pelajar 1 : (sambil sisiran), neng ikut abang dangdutan nyok.
Pelajar 2 : idiih najong luh. Najis…
Pelajar 1 : maksudnya boleh kenalan gak nih? Aye itu orang ganteng nomor 13 di kampung aye loh.
Pelajar 2 : (senyum) ganteng nomor 13?, pasti sial mulu yah. Atau kamu pemuda di kampung kamu memang Cuma 13?, itu artinya kamu urutan terakhir.
Pelajar 1 : ah neng bisa aja. Kenalin nama aye Steve japra (baca: setip japra) aye sekolah di SMA Banzai.
Pelajar 2 : haha steve kali, nama aku Rika. Aku sekolah di SMA Internasional
Pelajar 1 : haha nama neng lucu juga, kalau udah ibu-ibu pasti neng dipanggil orang marah. Misalnya ada tukang ojek manggil, “Bu Rik, Bu Rik ojek kagak?”
Pelajar 2 : (jutek)
Pelajar 1 : Neng boleh tanya gak, neng punya obeng kagak?
Pelajar 2 : obeng?, mana punya! (jutek)
Pelajar 1 : kalau nomor telepon pasti ada dunk,hehe (menggoda)
Pelajar 2 : iiihh gombal banget deh kamu (sambil ketawa pelit)
Pelajar 1 : oh ya rik, eh maksudnya ka. Bapak kamu itu tukang odong-odong ya?
Pelajar 2 : bukan, kamu sok tahu deh.
Pelajar 1 : Kok sejak ketemu kamu tadi, kamu terus berputar-putar di hatiku seperti tukang odong-odong.(sambil merayu)
Pelajar 2 : haha…kamu lucu banget cii.
Pelajar 1 : Oh ya, jangan-jangan orang tua kamu tukang gali sumur ya?
Pelajar 2 : iihhh. . .bukan, kamu makin ngasal deh.
Pelajar 1 : kok sejak bertemu kamu, hatiku telah tergali oleh pesonamu.he
Pelajar 2 : Gomballl abiieees deh kamu. Oh ya, kamu melihat seorang anak kecil pengemis dengan wanita sedikit tua tidak?
Pelajar 1 : oh ya, aku pernah ketemu dengan dirinya. Dia sangat pintar bahasa inggris dan bernyanyi. Tapi sayang dia putus sekolah.
Pelajar 2 : iya benar sekali, padahal katanya pemerintah menjamin pendidikan anak-anak bangsa. Tapi mana buktinya. Masih banyak anak-anak yang putus sekolah.
Pelajar 1 : keadaan ini timpang dengan sekolah-sekolah yang memungut biaya sekolah terlalu tinggi. Seakan-akan pendidikan adalah bisnis dan menganut sistem komersialisme. Padahal sekolah-sekolah mahal itu pun belum tentu menyelenggarakan pendidikan yang mumpuni.
Pelajar 2 : Selain konyol ternyata kau punya pendapat yang cerdas yah. Kita sekolah sebenarnya tidak cukup mencapai sebuah kecerdasan, namun seorang siswa harusnya mempunyai skill atau bakat yang bisa mendukung kemandiriannya kelak. Mungkin kita mesti berkaca pada pengemis itu.
Pelajar 1 : ya benar sekali, anak itu punya bakat dalam bidang kemampuan bahasa inggris dan di dukung dengan kemampuan menyanyi yang baik. Pasti masa depannya akan cerah sayangnya ia tidak bisa bersekolah.

*Kedua pelajar itu kemudian saling pandang kemudian mereka mulai saling jatuh cinta, pelajar 1 lipsing musik ‘Nuansa bening by Vidi Aldiano’. Sebelum lagu selesai
Tiba2 Satpol PP yang tadi bersembunyi dibelakang keluar dan menyergap pelajar pria yang tadi sempat tawuran dengan pelajar lain.

Satpol PP : Yupzzz, ketangkap kau, tadi kamu tawuran ya. Ayo ikut ke kantor petugas.
Pelajar 1 : Lepaskan, lepaskan. (sambil memberontak)
Satpol PP : (kaget) hahh. . . kamu jang?, kenapa kamu ada di sini dan mengapa kamu tawuran, ayah tidak menyangka jadi selama ini kerjaan kamu itu tawuran dan pacaran. Siapa wanita ini?
Pelajar 1 : hah ayah, ini teman baru ujang namanya Rika. ujang tadi gak tawuran yah, Cuma iseng-iseng aja lempar batu.
Satpol PP : yeee, dasar malah ngeles kamu. Jelas-jelas kamu sudah tertangkap basah.
Pelajar 1 : maaf yah, ujang janji deh tidak ikut-ikutan tawuran lagi.
Pelajar 2 : hahh. . . maaf om, dia benar namanya ujang? (bertanya ke Pol PP), dia mengaku kepada saya kalau dia bernama Steve Japra.
Satpol PP : tuh kan, neng ni kena tipu sama dia, nama aslinya Ujang Van Japra yang benar. Ayo anak bandel pulang, tidur siang.
*Satpol PP itu menjewer telinga si Ujang dan membawanya keluar panggung. Pelajar wanita pun akhirnya sendirian. Takberapa lama kemudian masuklah 2 orang preman setempat membawa botol minuman keras. Mereka terkenal menguasai daerah tersebut. Kedua preman itu kemudian mencoba meminta barang berharga dari pelajar wanita tadi. Kedua preman itu masuk diiringi lagu Reggae *‘Musik Reggae ini’ by GangstaRasta*

Preman 1 : (sambil mabuk) gile bener dah ni arak, minumnnya kemaren malem, eh maboknya sekrang.
Preman 2 : yooomann sob, kitakan Bro (tertawa). Hidup Cuma sekali jadi jangan disia-siakan bro. Rastaman kaya kita Cuma ngebaks (istilah ngeganja) and mabok aja. Sisanya ya malakin duit buat makan.ha
Preman 1 : (Melihat pelajar 2) wuuiiidihh peyem tu bro.
Preman 2 : peyem? Makanan dari Bandung maksudnya. Dimana? Kebetulan laper banget ni bro.
Preman 1 : bukan bro, tapi maskud gw ada mangsa tuh peyeumpuan. Masih pulen tuh kayannya.hehe kayannya keliatan orkay tuh, alias orang kaya.
Preman 2 : owkeeeh sooobb, kitakan Brow. Kita sikat aja tu barangnya.

*Menghampiri pelajar 2. Terjadi adegan yang menegangkan. Musik *’Amplifier by Seringai’* Karena preman itu menarik-narik tas yang di bawa pelajar 1. Pelajar itu pun teriak-terika minta tolong. Tak berapa lama kemudian muncullah seorang ulama yang tersohor di kota itu. Ia kemudian mencoba menghentikan kejadian menegangkan itu.

Haji Somat : Asslamualaikum, maaf ente berdua agamannya apa?
Preman 1 : siapa luh, kita berdua punya KTP Islam. Mau apa emang?
Haji Somat : Astagfirulloh. . . ente berdua sadar atau tidak. Mengambil barang yang bukan haknnya itu adalah perbuatan yang tercela dan menimbulkan dosa. Dalam Al-Quran pun terang-terang dijelaskan. Apalagi kalian berdua adalah islam. Janganlah kalian hanya islam KTP, tapi tegakkanlah islammu itu.
Preman 2 : Ah buanyak omong luh haji gila!, mending lu lawan kita berdua. Kalau lu berhasil ngalain kita berdua. Kita berdua janji dah bakal berubah.hehe tapi kalau lu yang kalah siap-siap aja luh pindah agama.haa
Haji Somat : Astagfirulloh. . . biarfun ane kalah dengan kalian, nae tidak akan pindah keyakinan
Preman 1 : ah banyak omongluh. . .(melakukan serangan)
*Diiringi musik ‘No Control’ by Bullet For My Valentine’. Akhirnya perkelahian pun berlangsung seru antara kedua preman itu (*Musik tegang atau keras). Perkelahian iru sempat berimbang, terkadang pertempuran itu dengan gerakan lambat seperti di Film. Namun atas Izin ALLOH SWT. Pak Haji Somat berhasil mengalahkan kedua preman tersebut. Kedua preman itu pun lari terbirit-birit. *Diiringi musik ‘No Control’ by Bullet For My Valentine’
Haji Somat : Alhamdulillah (menghela nafas).
Pelajar 2 : Terimakasih Pak Haji, mudah2an apa yang dilakukan Pak Haji pada hari ini bisa mendapat balasan dari ALLOH SWT.
Haji Somat : Amiiin ya Robballalamin. Sekarang pulanglah dan hati-hati di jalan.
Pelajar 2 : baik pak Haji terimakasih. (berjalan pulang, keluar panggung)
Haji Somat : Astagfirulloh, masih banyak sekali permasalahan moral di bangsa ini. Jika kita terus begini kita akan menjadi bangsa yang terpuruk dan penjajahan dalam bentuk yang lain akan merajalela. Bagaimana nasib anak cucu kita, bagaimana kehidupan mereka kelak?. Siapa yang bisa mengubah ini semua. Bukan pemerintah, tapi mulailah merubah prilaku diri kita sendiri. Jangalah terlalu pusing dengan urusan orang lain, janganlah terlalu ikut campur dengan urusan orang. Berkacalah pada diri kita sendiri. Sesungguhnya apa yang sudah kita perbuat akan mendapat balasannya suatu hari nanti. Semoga semua akan memaknai hidup ini lebih bijaksana dan arif. Wassalamualaikum. (keluar meninggalkan panggung) *TAMAT*