Han Jie
(Dwi Nurcahyo)
Selasa, 30 November 2010

Seorang tua renta duduk di kursi sambil termenung, sesekali ia menyeruput kopi yang ada di mejanya.
“Aku Bosan jadi orang pintar, gelarku saja sudah profesor. Tak ada ambisi lagi yang harus kukejar. Ciptaanku pun sudah sangat banyak. Dari mulai teori tentang ilmu fisika, matematika, sampai bahasa indonesia”. (berjalan mengelilingi meja sambil terus berpikir). “Aku pun telah menciptakan banyak alat yang membantu kegiatan manusia, seperti : ojek helikopter, pesawat tempur dengan remote kontrol, Rumah puzzle yang bisa dibongkar pasang, sampai celana dalam besi untuk para wanita. Kalian tahu kenapa saya menciptakan CD itu?, banyaknya kasus perkosaan dan pasangan suami istri yang selingkuh membuat saya menciptakannya, jadi saya tahu dengan CD besi itu banyak orang yang tidak perlu lagi takut diperkosa”
Tak berapa lama ia melihat kedua cucunya yang saling ejek. Kemudian si kakek memanggil kedua anak kecil itu. Kakek tua renta pun mulai menasehati kedua anak itu.
K : Hey cucu-cucuku, tahukah kalian. Mencibir atau mengejek orang lain itu tidak baik.
Lalu kedua sang cucu itu berkata, “Memangnya mengapa kek, kami kan hanya bercanda. Kami pun berdua selalu begitu jika berada di sekolah”
K : ya ampun, ketahuilah cucuku. Sadarkah kalian cucuku, kalau orang yang kalian cibir itu pun mempunyai perasaan. Mungkin terlihat tidak ada respon fisik darinya, tapi sebenarnya hatinya teriris-iris.
Kedua cucu itu terdiam dan mendengarkan semua yang dibicarakan oleh kakeknya.
K : Aku jadi punya sebuah kisah, tapi aku lupa kapan tepatnya peristiwa itu terjadi. Apa kalian ada yang tau??
Cucu : dari mana kami tahu, kita kan hidup di zaman yang sangat berbeda.
K : hahaha. Benar juga kau cucuku.

Malam kian larut, sang kakek pun sedikit bercerita tentang kisahnya.
K : ya kira-kira 50 atau 60 tahun yang lalu
Ada dua orang senasib sepenanggungan yang bernama Han dan Jie. Mereka mempunyai persemaan nasib karena sering di anak tirikan di sekolahnya, kalian tahu dianaktirikan???, maksudnya keberadaan mereka sering di acuhkan atau tidak diperhitungkan. Kedua anak ini terkenal pendiam dan jarang bergaul dengan teman-temannya. Han sering dikenal dengan anak yang asyik dengan dunianya sendiri sedangkan Jie adalah anak cupu yang selalu jadi bahan ejekan.
Tahukah kalian cucuku, sebenarnya mereka punya kehidupan yang tidak pernah kita ketahui sedikit pun, dan tahukah kalian mereka pun menyimpan potensi kecerdasan dan kemahiran di atas rata-rata. Cerita singkat itu begini. . .
*Ke belakang Ganti Kostum*
(Han masuk asyik dengan duniannya, sesekali ia jonggkok di atas bangku sambil bermain sebua komputer. Kemudian ia melihat sekelilingnya dan mengawasi apakah ada orang yang masuk. ia bertanya kepada penonton “apakah di sini sudah aman?”.)

Han : (bernyani lagu sherina “pergilah kau” dengan gitar”)
E A
Tak mau lagi aku percaya
C#m B A
Pada semua kasih sayangmu
E A
Tak mau lagi aku tersentuh
C#m B A
Pada semua pengakuanmu

F# E
Kamu takkan mengerti rasa sakit ini
A F# B
Kebohongan dari mulut manismu

A E
Pergilah kau Pergi dari hidupku
F#m C#m
Bawalah semua rasa bersalahmu
A E
Pergilah kau Pergi dari hidupku
A Am E Am
Bawalah rahasiamu yang tak ingin kutahui

Han : Aku dulu dikenal sebagai siswa yang anti atau tidak suka dengan lagu-lagu lambat atau melow, tapi suatu hari aku pernah berkunjung sebuah kafe romantis di daerah Jakarta, awalnya aku hanya penasaran saja. Ternyata Aku sangat benci dengan suasannya. Bayangkan saja, orang datang disambut dengan lagu melow, orang makan diiringi lagu melow. Aku putuskan untuk menumpang kencing saja di kafe itu. Tiba-tiba aku kaget ketika masuk ke kamar toilet kafe itu. Kalian tahu sedang asik-asiknya aku buang air tiba-tiba sounds atau speaker di kamar mandi itu pun masih saja lagu melow. Bergegaslah aku pergi. Namun apes, aku terkunci di kamar mandi itu. Kalian tahu, aku berteriak minta tolong lebih dari 5 jam. Akhirnya aku menikamati bau kamar mandi dan lagu melow yang begitu menyakitkan. Dari situlah aku mulai mencoba-coba menyanyikan lagu-lagu yang kudengar di dalam kamar mandi itu.
Dan kalian tahu ada keajaiban apa yang terjadi???, keajaiban itu, keajaiban itu, keajaiban itu adalah suara yang kunyanyikan itu ternyata terdengar sangat merdu.hehe

Setelah han menyanyikan sebuah lagu melow, masuklah Jie, teman senasib Han. Han kaget lalu ia berubah menjadi dirinya yang asik dengan dunianya lagi.
Jie : Han…han…han…
*han mondar-mandir dan kemudian kembali asik dengan dunianya sendiri
Kemudian Jie coba menegur Han
Jie : sudahlah Han, ini aku, Jie, teman senasibmu. Samapai kapan kau terus seperti orang gelo seperti ini.
Han : oh. . . kau Jie. Aku kira siapa. Bagaimana pelajaran kau hari ini. Masihkah kau dicengin teman-temanmu itu.
Jie : apa yang kau maksud dicengin, bahasa apa itu?
Han : maksudku, di kata-katain oleh teman-temanmu
Jie : Apa yang kamu maksud dengan dikata-katain?
Han : maksud aku di hina, dicibir, apalah itu. Payah lau.
Jie : oh. . . ya seperti biasa si Fan’ir item dan kelompoknya masih begitu kepadaku.
Han : Fan’ir?, nama apa itu Jie, pasti orangnya jelek dan bau ya.
Jie : Yah mungkin seperti itu. . .
Han : Sabar, saja Jie. Biarkan mereka berkoar-koar. Yang panting kita selalu unggil dengan mereka di bidang akademik maupun bakat. Kamu tahu Jie, walaupun aku selalu asyik dengan duniaku sendiri, tapi setiap kata atau bahkan huruf yang keluar dari guruku selelu aku resapi dan pahami, itu sebabnya aku selelu bisa mengerjakan soal matematika, fisika, dan bahasa Indonesia.
Jie : wah hebat taktik kau Han, aku pun seperti itu. Biarkanlah mereka selalu mencibirku, namun aku selalu mengumpulkan tugas peling awal. Bahkan guru belum menyuruh aku sudah buat.
Han : hah, kau keponakannya mama loreng ya?, bagaimana caranya guru belum menyuruh tapi kau sudah selesai mengerjakannya?
Jie : haaa. Saking rajinnya, aku suka melihat dan bertanya tentang Rencana Pelaksanaan Pengajaran atau RPP guru tersebut.haa Oh ya Han, kudengar kau telah berpacaran lebih dari 3 kali dan ketiga pacarmu itu semuanya telah meninggal?
Han : haha, kau pasti baca diaryku ya. Biar aku tak pernah berinteraksi dengan sekelilingku, tapi aku ini sebenarnya bisa dijuluki Play Boy. Ketiga pacarku mati dengan lucu.
Jie : hah lucu?, maksudmu?
Han : pacar pertamaku bernama bunga, ia mati karena bermain badminton. Pacar keduaku bernama donita, ia mati ketika sedang membuat jus tomat. Dan pacar ketigaku bernama gita, ia mati ketika sedang mengukur bayangan pohon ketika pelajaran fisika.
Lalu Jie penasaran dan bertanya
Jie : Mungkin otakmu memang sudah korslet ya Han. Mana ada orang mati karena ketiga hal tadi, masa mati sedang main badminton, lalu sedang membuat jus tomat, dan yang terakhir mati karena mengukur bayangan pohon?, sudah gila kau.
Han : nah ini efek kau menjadi anak IPS, semua jadi tidak kongkrit. Semua itu ada konkritnya bro.
Jadi begini : pacar pertamaku, sibunga sedang asyik bermain badminton dengan diriku. Sebenarnya lapangan badminton belum sepenuhnya selesai di di garap. Tapi aku paksa dia untuk main. Saat pacarku melakukan Smash tiba-tiba raketnya tersangkut di net. Aku lekas membantunya menarik raket itu dari net. Namun apa yang terjadi ketika aku menarik net itu dengan sangat keras tiba-tiba tiang penyangga net yang sangat tinggi itu ambruk. Aku sempat menghindar tapi bunga. . .kau bisa bayangkan
-Kemudia donita, waktu itu aku main ke rumahnya. Dan aku memintanya untuk membuatkan jus tomat. Ketika ia sedang membuatkan jus tomat itu, aku coba menggodanya. Kami pun bercanda dalam tawa. Tanpa sengaja aku menepuk tangannya yang dihinggapi nyamuk. Namun pacarku merespon dengan tidak siap. Tangannya tercebur ke dalam blendernya, tangannya dan urat nadinya terparut. Tak ada yang bisa menolongnya termasuk aku. Karena aku pun pingsan melihat darah dari tubuhnya.
-dan yang terakhir adalah Gita, waktu itu aku dan dia ditugasi oleh guru fisika, kau tak salah guru itu bernama pak MIRO. Pak miro termasuk guru yang pendiam namun tugas darinya yang begitu ringan itu malah membunuh pacarku. Aku dan bunga sedang asyik mengamati sebuah bayangan pohon yang begitu indah melewati sebuah rel kereta api. Tugasku hanya mengingatkan kalau kereta lewat, sedangkan gita asyik mengukur bayangan tersebut. Satu jam pertama aku masih konsentrasi mengingatkannya ada kereta lewat. Namun ketika aku menerima telepon dari ibuku, aku lupa untuk mengingatkan gita. Akhirnya dia mati tertabrak kereta api.haha
Jomblolah aku sampai sekarang.
Jie : kisahmu sangat konyol memang,haha dan kalau aku simpulkan semua kejadian itu karena ulahmukan.haha. tak apa lah yang penting kita akan bertemu di harvard nanti, dan kau akan menjadi profesor science sesuai dengan cita-citamu, sedangkan aku akan mendalami ilmu sosial politik, dan akan menjadi menteri di negeri sendiri kelak nanti.
Han : Ya, aku akan menciptakan banyak penemuan-penemuan terbaru, aku akan bersenang-senang di atas derita orang-orang yang telah mencibir kita nanti. Ya sudah kita bermain drama lagi yuk, kita kembali kekebiasaan kita seperti biasa lagi. Kita akting.
*ke belakang dan merubah kostumnnya menjadi orang tua.
K : Bagaimana cucuku, kalian mengerti apa yang sudah kuceritakan tadi tentang Han dan Jie.
(Melihat kondisi cucu-cucunya yang ternyata sudah tertidur mendengar ceritanya)
Semoga kalian bisa mengambil hikmah dari apa yang aku ceritakan tadi. Karena Han dalam cerita itu adalah diriku sendiri.
*Berjalan meninggalkan panggung*

——————————————–Selesai—————————————————