Mengatasi Neraka bagi Pengendara
Oleh : Dwi Nurcahyo, S.Pd

Pengalaman adalah guru yang paling baik. Rasa-rasanya kata-kata tadi memang sangat berlaku di kehidupan ini. Kata-kata yang inspiratif tadi pun berlaku di berbagai bidang kehidupan, termasuk ketika kita ingin mengendarai kendaraan bermotor. Sudah menjadi rahasia umum bahwa kendaraan bermotor telah menjadi “Pembunuh” besar di negara ini. Fakta pun telah berbicara, banyak korban telah melayang dibuatnya. Hal ini seharusnya menjadi peringatan dan dijadikan sebuah pengalaman berharga.

Keselamatan berkendara seharusnya bisa menjadi catatan khusus bagi pengendara. Kecelakaan yang terjadi rata-rata dikarenakan kurangnya pengetahuan pengendara tentang safety riding. Namun fenomena yang terjadi di masyarakat berbanding terbalik. Masyarakat masih kurang peduli akan keselamatan berkendara. Hal kecil yang masih terjadi seperti tidak memakai helm standard atau melanggar rambu-rambu lalu lintas.

Besarnya angka kecelakaan kendaraan bermotor menjadi catatan khusus bagi Polisi. Pasalnya yang menjadi korban cukup banyak adalah kalangan pelajar. Ini menjadi sebuah ironi tersendiri. Pelajar yang seharusnya menjadi generasi penerus bangsa, malah harus kehilangan nyawa sia-sia. Semua pihak malah saling tuding. Siapa yang paling bertanggung jawab akan hal ini?

Nasi telah menjadi bubur. Sekaranglah saatnya kita semua berpikir menyelamatkan generasi selanjutnya. Pengetahuan tentang safety riding seharusnya diberikan sejak dini. jika ini dilakukan kecelakaan yang terjadi mungkin dapat diminimalisir. Pihak kepolisian bisa membagi pengetahuan safety riding ke sekolah-sekolah. Hal ini dilakukan sebagai usaha memperkecil kecelakaan pelajar. Kemudian polisi pun bisa membagi pengetahuan kemasyarakat luas, sebagai pengendara.

Jika diklasifikasikan, menurut saya, kecelakaan yang terjadi melingkupi dua faktor besar. Pertama human error ( Faktor intrinsik), faktor kesalaahan manusia itu sendiri. Dalam hal ini, semua penyebab kecelakaan yang terjadi berkaitan dengan jiwa dan kondisi fisik pengendara. Contoh yang berkaitan dengan jiwa adalah keadaan emosional dan yang berkaitan dengan fisik seperti kesehatan pengendara. Kedua hal itu sangat mempengaruhi kesiapan pengendara. Dalam hal ini pun pengendara bisa memanfaatkan berbagai perlengkapan penunjang, seperti menggunakan jaket, sepatu, sarung tangan, helm, dll. Faktor ini menjadi modal utama yang harus benar-benar diperhatikan.

Faktor kedua adalah teknis error (Faktor ekstrinsik), berhubungan dengan semua penunjang seperti kesiapan semua elemen penting yang ada di kendaraan bermotor. Kesiapan kendaraan menjadi fakor penting dalam pencapaian tujuan berkendara. Yang berkaitan dalam hal ini seperti kesiapan lampu, mesin, ban, dll. Perawatan kendaraan sendiri mesti dilakukan. Hendaknya kita bisa memeriksa kesiapan kendaraan kita.

Beberapa tips aman yang mungkin akan bermanfaat untuk anda. Pertama periksa kesiapan sepeda motor. (1) Mulailah dengan mengecek rem depan dan belakang. (2) Periksalah kecukupan bensin. (3) Memeriksa kelayakan ban depan dan belakang, kemudian periksa tekanan anginnya. (4) Memeriksa kecukupan oli mesin motor. (5) Melihat kondisi lampu depan, lampu belakang, dan lampu sen. (6) memeriksa kesiapan spion kanan dan kiri. Semua hal itu dapat didukung dengan perawatan sepeda motor setiap periodenya.

Kemudian yang kedua mencakup kesiapan pengendara sepeda motornya. (1) Memakai baju dan celana panjang, jika perlu ditambah sebuah jaket. (2) Pergunakan sepatu yang aman. (3) Memakai sarung tangan khusus. (4) Menggunakan helm yang standard. Kesiapan semua perangkat tadi harus disinergikan agar bisa meminimalisir kecelakaan yang terjadi.

Jika saja semua elemen tadi bisa di praktikkan dengan bijak, mungkin pengendara bisa terhindar dari hal yang buruk di jalan. Konsep safety riding pun seharusnya bukan hanya teori semata namun bisa dijalankan dengan baik. Polisi, pengendara, dan semua pihak yang tekait seharusnya bisa bersinergi. Semua ini demi terciptanya kehidupan lalu lintas yang nyaman dan aman. Mari jalankan safety riding sekarang juga!