Muara Terakhir
(Dwi Nurcahyo)

Berat rasanya memikul cinta
Lebih berat dari batu koral yang menghempas air sungai
Beradu dalam perasaan dan keinginan
Entah hasrat kotor atau murni karena rasa sayang
Terus kujejaki rasa ini
Hingga melihat bara yang mungkin akan membuatku hangat
Atau mungkin malah terbakar
Aku terdiam di sudut bumi
Berpikir menggerus otak yang semakin kecil
Mencari jawaban yang tak kunjung muncul
Mencari kenyataan lain yang mungkin juga tiada di dunia ini
Nasib terburuk siap di pikul
Nasib baik siap dituntun
Mengelilingi perjalanan cinta
Hingga menetap pada sebuah jawaban hidup
Cinta suci dan kotor selalu bersahabat
Dan mereka akan tetap berlabuh di muara cinta sejati
Kamar Sempitku, 23 September 2010