Perjalanan si Cinta
(Dwi Nurcahyo)

Perjalanan cinta itu seperti mendaki gunung
Banyak aral melintang
Tantangan dan ujian
Mungkin seperti badai angin dan hujan
Jalur yang berliku dan bercabang
Membentang dan menjadi sarapan yang menyengsarakan hati dan fisik
Namun semua akan terasa mesra
Jika tapak-tapak kai ini terus terukir dalam pijakan tanah
Perlahan namun pasti
Hingga tiba saatnya bertemu kepastian
Puncak yang membelah langit
Sebagai lambang cinta yang abadi
Tanpa dusta dan tiada penderitaan lagi

Kamar Bonyok, 23 September 2010